Satgas Jalan Berlubang Banyuwangi Sisir Ruas Jalan hingga Pelosok Desa, Keselamatan Pengendara Jadi Prioritas
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 11 Mei 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUARA BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman (PU CKPP) terus menggencarkan perbaikan jalan berlubang di berbagai wilayah. Langkah tersebut dilakukan untuk menghadirkan akses jalan yang aman, nyaman, dan bebas hambatan bagi masyarakat.
Kepala Dinas PU CKPP Kabupaten Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi, S.E., mengatakan perbaikan jalan dilakukan secara berkelanjutan melalui Satgas Jalan Berlubang. Tim tersebut menyisir ruas jalan mulai dari kawasan perkotaan hingga pelosok desa.
“Kami memastikan perjalanan tetap aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan. Bagi kami, keselamatan pengendara bukan lagi pilihan, melainkan prioritas yang harus kita jaga,” ujar Cahyanto.
Satgas Jalan Berlubang Banyuwangi Terbagi dalam Empat UPTD
Untuk mempercepat penanganan jalan berlubang, Satgas Jalan Berlubang Dinas PU CKPP Banyuwangi terbagi dalam empat Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).
Keempat UPTD tersebut meliputi UPTD 1 Banyuwangi, UPTD 2 Rogojampi, UPTD 3 Genteng, dan UPTD 4 Bangorejo.
Pembagian wilayah kerja tersebut membuat penanganan kerusakan jalan dapat dilakukan secara lebih cepat dan menjangkau berbagai wilayah Kabupaten Banyuwangi.
Cahyanto menjelaskan, aktivitas Satgas Jalan Berlubang terus dilakukan di sejumlah ruas jalan. Salah satunya kegiatan UPTD 4 Bangorejo yang saat ini menyisir ruas Jalan Kesilir–Siliragung.
Sebelumnya, tim juga telah melakukan pengerjaan pada ruas jalan mulai dari Pertigaan Patung Penyu hingga Balai Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, pada April 2026.
“Pihaknya memiliki empat unit pelaksana tugas di lapangan yang tersebar di beberapa wilayah. Seperti yang terpantau hari ini, aktivitas kegiatan Satgas UPTD 4 Bangorejo tengah menyisir ruas Jalan Kesilir–Siliragung,” paparnya.
Perbaikan Jalan Diprioritaskan di Ruas dengan Lalu Lintas Tinggi
Dalam pelaksanaannya, perbaikan jalan diprioritaskan pada jalan-jalan protokol serta ruas yang memiliki tingkat lalu lintas tinggi. Salah satu metode yang digunakan adalah penambalan menggunakan material hotmix.
Menurut Cahyanto, salah satu faktor yang memicu munculnya jalan berlubang adalah tingginya curah hujan. Air yang menggenang di permukaan jalan dapat mengikis lapisan dan sedimen aspal sehingga menyebabkan kerusakan semakin meluas.
Karena itu, Dinas PU CKPP Banyuwangi terus mengambil langkah solutif melalui program penambalan jalan secara berkelanjutan.
“Tim bakal standby. Secara bertahap, ketika ada laporan jalan berlubang, langsung kita gerak untuk dilakukan perbaikan dan penambalan,” imbuh Cahyanto.
Penanganan Jalan Berlubang Terus Dilakukan
Cahyanto menegaskan, kerja nyata di lapangan menjadi bagian penting dalam upaya menekan risiko kecelakaan akibat jalan berlubang. Dengan cakupan kerja empat UPTD, pihaknya berupaya memastikan ruas jalan yang mengalami kerusakan dapat segera dijangkau dan ditangani.
Menurutnya, setiap lubang jalan yang berhasil diperbaiki merupakan bagian dari upaya menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat Banyuwangi.
“Setiap lubang yang diperbaiki adalah langkah kecil menuju kenyamanan dan keselamatan bersama,” tegasnya.
Upaya perbaikan jalan berlubang tersebut diharapkan dapat terus dilakukan secara konsisten, terutama pada ruas-ruas yang menjadi jalur utama aktivitas masyarakat. Dengan demikian, kondisi infrastruktur jalan di Banyuwangi dapat semakin baik sekaligus mendukung keselamatan seluruh pengguna jalan.


- Penulis: Redaksi
- Editor: Dhika Resta




Saat ini belum ada komentar