Antrean Ketapang Sempat Belasan Kilometer, KMP Jatra dan Dermaga Bulusan Disiapkan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUARA BANYUWANGI – Penanganan kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mulai diarahkan pada penambahan kapasitas penyeberangan dan pemanfaatan fasilitas alternatif. Salah satu langkah yang disiapkan yakni mendatangkan KMP Jatra dengan kapasitas sekitar 120 kendaraan serta mengoptimalkan Dermaga Bulusan.
Rencana tersebut menjadi hasil rapat koordinasi lintas instansi yang digelar di Command Center Polresta Banyuwangi, Senin (7/9/2026). Pertemuan dipimpin Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan dan dihadiri unsur pemerintah daerah, DPRD, TNI, ASDP, Pelindo, Dinas Perhubungan, KSOP, KPLP serta sejumlah instansi terkait.
Kepadatan kendaraan di kawasan Ketapang sebelumnya sempat mencapai belasan kilometer. Antrean panjang tersebut tidak hanya memperlambat perjalanan, tetapi juga berdampak terhadap distribusi logistik dan biaya operasional kendaraan angkutan.
Kondisi itu menjadi perhatian karena tingginya volume kendaraan tidak sepenuhnya diimbangi kapasitas pelayanan penyeberangan. Sejumlah fasilitas dermaga juga masih menjalani peningkatan dan revitalisasi.
KMP Jatra Disiapkan Tambah Kapasitas Penyeberangan
Untuk mengantisipasi kepadatan, ASDP menyiapkan tambahan kapal berkapasitas besar. KMP Jatra yang mampu mengangkut sekitar 120 kendaraan dijadwalkan hadir untuk memperkuat layanan penyeberangan.
Selain penambahan kapal, Dermaga LCM juga akan dioptimalkan untuk melayani kendaraan logistik. Pola operasi kapal dan pengaturan arus kendaraan menuju pelabuhan turut disesuaikan agar pergerakan kendaraan dapat berlangsung lebih cepat.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi penanganan mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang.
“Besok pagi akan hadir KMP Jatra yang mampu menampung sekitar 120 kendaraan. Selain itu, akan ada tim survei geometri untuk mengecek bagaimana operasional Dermaga Bulusan dapat kita optimalkan,” ujarnya.
Menurut Rofiq, penanganan tidak hanya ditujukan untuk mengurai antrean yang terjadi saat ini. Persiapan juga dilakukan untuk menghadapi potensi peningkatan volume kendaraan pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dermaga Bulusan Jadi Alternatif
Dermaga Bulusan menjadi salah satu fasilitas yang disiapkan untuk membantu mengurangi beban pelayanan di Pelabuhan Ketapang.
Tim teknis akan melakukan survei untuk mengetahui kondisi eksisting dermaga, termasuk aspek geometri dan kebutuhan teknis lainnya. Hasil survei tersebut nantinya menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah optimalisasi Dermaga Bulusan.
Jika dapat dimanfaatkan secara maksimal, keberadaan Dermaga Bulusan diharapkan mampu membagi beban pelayanan penyeberangan sehingga konsentrasi kendaraan tidak hanya bertumpu di Ketapang.
“Pelabuhan ini ke depan harus kita perbaiki agar kapal-kapal yang lebih besar bisa bersandar dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” kata Rofiq.
Polisi Rekayasa Arus Kendaraan
Penanganan kepadatan juga dilakukan dari sisi darat. Polresta Banyuwangi menerapkan rekayasa lalu lintas dan membentuk tim urai untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di sejumlah titik.
Personel ditempatkan di lokasi yang dianggap rawan kepadatan. Penanganan juga diperkuat personel bantuan dari Polda Jawa Timur.
Sejumlah kantong parkir digunakan sebagai buffer zone sehingga kendaraan dapat ditahan sementara sebelum diarahkan menuju kawasan pelabuhan. Skema tersebut diharapkan dapat mencegah antrean kendaraan meluas ke jalur utama.
Kapolresta Banyuwangi menegaskan bahwa persoalan kepadatan di Ketapang membutuhkan kerja bersama lintas instansi. Kapasitas kapal, kesiapan dermaga, pengaturan lalu lintas, buffer zone hingga pengembangan infrastruktur pelabuhan harus ditangani secara terintegrasi.
Warga Diminta Tetap Jaga Ketertiban
Masyarakat juga diminta tetap menjaga ketertiban selama proses penanganan berlangsung. Penyampaian aspirasi tetap diperbolehkan, namun diharapkan tidak mengganggu akses pelayanan maupun kepentingan pengguna jalan lainnya.
Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian, layanan Call Center Polri 110 dapat dihubungi selama 24 jam.
“Kalau ada persoalan atau membutuhkan bantuan, silakan menghubungi Call Center Polri 110 yang siaga 24 jam. Komunikasikan kepada kami agar bisa kita bantu,” tegas Rofiq.
Usai rapat koordinasi, Kapolresta Banyuwangi bersama unsur Forkopimda, instansi teknis dan perwakilan kelompok angkutan meninjau langsung Dermaga Bulusan.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi fasilitas pelabuhan sekaligus menjadi bahan awal sebelum tim teknis melakukan survei lebih lanjut.
Dengan tambahan kapal dan rencana optimalisasi Dermaga Bulusan, pemerintah bersama stakeholder terkait berharap beban pelayanan penyeberangan dapat terbagi. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan risiko antrean panjang kendaraan kembali terjadi di kawasan Ketapang, termasuk saat menghadapi lonjakan mobilitas pada periode Nataru.




- Penulis: Redaksi
- Editor: Dhika Resta




Saat ini belum ada komentar