Unik! KPA Elang Raung Gelar Upacara HUT ke-81 RI di Tengah Sungai Badeng
- account_circle Yusuf Sugiono
- calendar_month Senin, 17 Agt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUARA BANYUWANGI — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Kelompok Pecinta Alam (KPA) Elang Raung menggelar kegiatan unik dan sarat makna di Sungai Badeng, kawasan Base Camp Elang Raung, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Senin (17/08/2026).
Kegiatan tersebut berupa upacara peringatan kemerdekaan yang dilaksanakan di tengah aliran Sungai Badeng dan dilanjutkan dengan penanaman pohon. Mengusung semangat cinta tanah air dan kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari ibu-ibu tani, komunitas, hingga anak-anak Desa Sumberbulu.
Upacara Kemerdekaan di Tengah Sungai Badeng
Pelaksanaan upacara di tengah Sungai Badeng menjadi pemandangan yang berbeda dibandingkan perayaan HUT Kemerdekaan pada umumnya. Alam menjadi bagian dari rangkaian peringatan, sekaligus memperkuat pesan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan.
Bagi KPA Elang Raung, mencintai Indonesia tidak cukup hanya dengan mengikuti upacara dan mengibarkan bendera. Kecintaan terhadap tanah air juga dapat diwujudkan melalui tindakan nyata untuk menjaga tanah, air, hutan, serta lingkungan sebagai bagian dari kekayaan bangsa.
Setelah upacara, peserta melanjutkan kegiatan dengan penanaman pohon. Pohon yang ditanam menjadi simbol harapan agar Indonesia terus tumbuh dan memiliki lingkungan yang lestari bagi generasi mendatang.
Libatkan Masyarakat dan Anak-Anak Desa
Kegiatan KPA Elang Raung tersebut tidak hanya melibatkan anggota komunitas. Sejumlah elemen masyarakat Desa Sumberbulu turut berpartisipasi dalam kegiatan, termasuk ibu-ibu tani dan anak-anak.
Keterlibatan masyarakat menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat dirawat melalui gotong royong. Dari lingkungan desa, kepedulian terhadap alam dapat ditanamkan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Bagi anak-anak, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pembelajaran di luar kelas. Mereka dapat mengenal lingkungan secara langsung dan memahami bahwa menjaga alam merupakan salah satu bentuk mempersiapkan masa depan bangsa.
Sementara itu, keterlibatan ibu-ibu tani dan komunitas menunjukkan eratnya hubungan antara kelestarian lingkungan dengan kehidupan masyarakat. Kondisi tanah, air, hutan, dan sumber daya alam memiliki peran penting bagi masyarakat yang kehidupannya bergantung pada lingkungan sekitar.
Tanam Pohon Jadi Simbol Harapan
Penanaman pohon menjadi salah satu pesan utama dalam peringatan HUT ke-81 RI yang digelar KPA Elang Raung. Kegiatan tersebut tidak sekadar seremoni, tetapi diharapkan menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam.
Pemilihan kawasan Sungai Badeng juga memiliki makna tersendiri. Sungai merupakan salah satu sumber kehidupan yang keberadaannya perlu dijaga secara bersama-sama. Lingkungan sungai yang sehat berhubungan erat dengan keberlangsungan kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Melalui kegiatan tersebut, KPA Elang Raung mengajak masyarakat memandang alam bukan hanya sebagai tempat beraktivitas, tetapi sebagai bagian dari kehidupan yang harus dirawat dan diwariskan dalam kondisi baik kepada generasi berikutnya.
Semangat Kemerdekaan untuk Menjaga Lingkungan
Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui kepedulian sosial, gotong royong, serta aksi menjaga lingkungan.
Dari Sungai Badeng, Base Camp Elang Raung, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, KPA Elang Raung menyampaikan pesan sederhana melalui kegiatan tersebut: menanam pohon berarti menanam harapan, menjaga alam berarti menjaga Indonesia, dan mencintai tanah air berarti ikut merawatnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong semakin kuatnya gerakan pelestarian lingkungan di Desa Sumberbulu dan wilayah sekitarnya, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk masa depan Indonesia.




- Penulis: Yusuf Sugiono
- Editor: Dhika Resta




Saat ini belum ada komentar