Breaking News
light_mode
Trending Tags

Gandeng Pemuda, BPD Desa Setail Sosialisasikan Tiga Program Prioritas Banyuwangi

  • account_circle Dian Okta
  • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUARA BANYUWANGI – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Setail, Kecamatan Genteng, menggandeng elemen pemuda untuk menyosialisasikan tiga program kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Setail pada Minggu (18/10/2026) tersebut mencakup aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), pengelolaan sampah melalui Program Banyuwangi Hijau, serta sosialisasi insentif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemahaman masyarakat terhadap program pemerintah daerah, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan administrasi kependudukan, kebersihan lingkungan, dan kewajiban perpajakan.

Kolaborasi antara BPD dan pemuda setempat dilakukan melalui penyampaian informasi serta pendampingan langsung kepada warga. Ketiga program tersebut diharapkan dapat dipahami masyarakat sehingga pelaksanaannya bisa berjalan lebih efektif di tingkat desa.

 

BPD Dorong Kemudahan Aktivasi IKD

Anggota BPD Setail dari Dusun Krajan 1, Irian Hadiwono, mengatakan bahwa BPD memiliki peran dalam menampung aspirasi masyarakat dan mengoordinasikannya dengan pemerintah desa agar dapat ditindaklanjuti.

Menurut dia, sosialisasi aktivasi IKD diperlukan untuk membantu masyarakat memahami layanan identitas kependudukan berbasis digital.

“Fungsi kami di BPD adalah menampung aspirasi masyarakat, kemudian kita arahkan dan koordinasikan ke Pemerintah Desa agar segera ditindaklanjuti,” ujar Irian di sela-sela kegiatan.

Ia berharap, melalui sosialisasi tersebut, warga semakin memahami manfaat IKD dan dapat mengakses layanan administrasi kependudukan dengan lebih mudah.

Aktivasi IKD menjadi salah satu materi yang disampaikan kepada warga. Dalam pelaksanaannya, pendampingan diperlukan agar masyarakat yang belum terbiasa menggunakan layanan digital dapat mengikuti proses aktivasi sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Banyuwangi Hijau, Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah

Selain pelayanan administrasi, kegiatan tersebut juga mengangkat persoalan pengelolaan sampah rumah tangga melalui Program Banyuwangi Hijau.

Dalam sosialisasi itu, warga diajak membangun kebiasaan mengumpulkan dan memilah sampah dari rumah masing-masing sebelum disalurkan ke sistem pengelolaan yang tersedia.

Materi ini menjadi relevan bagi lingkungan permukiman yang membutuhkan keterlibatan masyarakat secara konsisten untuk mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Warga diarahkan menggunakan wadah yang tersedia, termasuk kardus, untuk mengumpulkan sampah yang telah dipilah. Langkah tersebut diharapkan menjadi awal pembiasaan pengelolaan sampah yang lebih tertib di tingkat rumah tangga, RT, dan dusun.

Meski demikian, keberhasilan program lingkungan tidak hanya bergantung pada sosialisasi. Ketersediaan sarana pengumpulan, kejelasan alur pengangkutan, serta kesinambungan pengelolaan sampah juga menjadi faktor penting agar kebiasaan memilah sampah dapat diterapkan secara berkelanjutan.

 

Sosialisasi PBB 2026 dan Informasi Pembebasan Denda

Agenda berikutnya adalah penyampaian informasi mengenai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2026. Dalam kegiatan tersebut, warga diimbau untuk memperhatikan kewajiban pembayaran pajak dan memanfaatkan program pembebasan denda yang disebut tengah diberlakukan oleh pemerintah daerah.

Informasi mengenai insentif pajak menjadi penting agar masyarakat mengetahui peluang keringanan yang tersedia sekaligus memahami ketentuan yang harus dipenuhi.

Untuk memastikan pemanfaatannya tepat sasaran, masyarakat perlu memperoleh informasi resmi mengenai periode program, persyaratan, jenis tunggakan yang memenuhi ketentuan, serta mekanisme pembayaran. Rincian tersebut menjadi acuan bagi wajib pajak sebelum memutuskan memanfaatkan insentif yang tersedia.

 

Pemuda Terlibat dalam Edukasi Masyarakat

Keterlibatan pemuda menjadi salah satu unsur dalam pelaksanaan sosialisasi di Lapangan Setail. Mereka membantu menyampaikan informasi kepada warga, termasuk pendampingan teknis aktivasi IKD dan edukasi mengenai pemilahan sampah rumah tangga.

Pendekatan langsung tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi, terutama bagi warga yang membutuhkan penjelasan praktis terkait pelaksanaan program.

Sinergi antara BPD, pemuda, dan masyarakat juga membuka ruang bagi warga untuk lebih memahami program yang disosialisasikan. Namun, tindak lanjut berupa pendampingan, penyediaan informasi yang mudah diakses, serta evaluasi pelaksanaan tetap diperlukan untuk mengetahui sejauh mana program tersebut memberikan manfaat.

Melalui kegiatan ini, BPD Setail bersama elemen pemuda mendorong agar sosialisasi tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi berlanjut pada penerapan di tengah masyarakat.

Pelayanan administrasi yang mudah diakses, pengelolaan sampah yang tertib, dan pemahaman terhadap kebijakan pajak diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan serta lingkungan di Desa Setail, Kecamatan Genteng, Banyuwangi.

  • Penulis: Dian Okta
  • Editor: Dhika Resta

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less