Breaking News
light_mode
Trending Tags

Momen Kemerdekaan, ASN Banyuwangi Berbagi Daftarkan 5.000 Pekerja Informal ke BPJS Ketenagakerjaan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUARA BANYUWANGI – Gerakan sosial ASN Banyuwangi Berbagi kembali digelar dengan menyasar pekerja informal. Bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, program tersebut diwujudkan melalui pendaftaran perlindungan sosial BPJS Ketenagakerjaan bagi ribuan pekerja informal di Banyuwangi.

Kelompok penerima manfaat meliputi buruh nelayan, buruh tani, pedagang kecil, penjual sayur keliling, tukang pijat, serta pekerja informal lainnya.

Penyerahan secara simbolis kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dilakukan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kepada 10 perwakilan penerima saat Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Taman Blambangan, Senin (17/8/2026).

Hingga saat ini, program ASN Banyuwangi Berbagi telah mendaftarkan 1.144 pekerja informal dari target sebanyak 5.000 peserta. Penerima merupakan warga yang masuk dalam Desil 1-3 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial.

Melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, para pekerja mendapatkan perlindungan berupa jaminan kecelakaan kerja, termasuk pengobatan rawat jalan maupun rawat inap, serta santunan akibat risiko kecelakaan kerja dan kematian.

Nelayan Merasa Lebih Tenang

Salah satu penerima manfaat adalah Supriyono (62), seorang nelayan. Ia mengaku bersyukur mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan karena pekerjaan yang dijalaninya memiliki risiko cukup tinggi.

Supriyono mengatakan dirinya kerap melaut hingga wilayah Alas Purwo dan Bali untuk mencari ikan.

“Saya biasanya ikut mencari ikan sampai sekitar wilayah Alas Purwo sampai Bali. Ini pertama kalinya saya punya BPJS Ketenagakerjaan, Alhamdulillah kerja jadi lebih tenang,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Muatip, buruh tani asal Desa Jambesari, Kecamatan Giri. Ia mengaku senang mendapatkan perlindungan sosial tersebut.

“Senang, matur nuwun,” ucapnya.

Penerima lainnya, Istiqomah (59), sehari-hari berjualan rujak dari rumah. Penghasilan dari berjualan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bersama seorang anak.

Ia mengaku terbantu karena mendapatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tanpa harus membayar iuran secara mandiri.

“Saya sangat senang dapat BPJS Ketenagakerjaan, Alhamdulillah gratis, kalau harus bayar sendiri terus terang cukup berat,” katanya.

ASN Banyuwangi Berbagi Konsisten Sejak 2024

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, ASN Banyuwangi Berbagi merupakan gerakan sosial yang dilakukan secara konsisten sejak 2024. Program tersebut menjadi wadah bagi ASN untuk menunjukkan kepedulian sekaligus membantu meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu.

“Ini adalah gerakan rutin yang telah kita lakukan bersama-sama sejak 2024. Kami dorong ASN untuk terus melakukan aksi sosial, berbagi rezeki untuk meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu,” kata Ipuk.

Selama berjalan, ASN Banyuwangi Berbagi telah menghadirkan berbagai program sosial. Di antaranya pembagian ribuan paket sembako kepada warga prasejahtera yang dibelanjakan melalui warung rakyat, penyaluran ratusan alat bantu mobilitas seperti kursi roda, hingga bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Gerakan tersebut juga tidak hanya melibatkan ASN. Dukungan datang dari berbagai pihak, mulai dari kepolisian, TNI, BUMN, BUMD, pelaku usaha hingga organisasi profesi di Banyuwangi.

Melalui kolaborasi tersebut, program ASN Banyuwangi Berbagi diharapkan terus memperluas manfaat dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan perlindungan sosial.

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: Dhika Resta

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less