Sampah Menumpuk di Jembatan Sungai Pecari, Warga Keluhkan Kebiasaan Buang Sampah Sembarangan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUARA BANYUWANGI – Persoalan sampah kembali menjadi perhatian warga di kawasan Jembatan Sungai Pecari yang berada di perbatasan Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Meski telah dipasang banner larangan dan jaring oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, masih ada warga yang membuang sampah sembarangan di sekitar jembatan.
Kondisi tersebut dikeluhkan oleh salah seorang warga, Bu Mawarti, Sabtu (22/8/2026). Ia mengaku prihatin dengan kebiasaan sejumlah orang yang masih menjadikan area sekitar jembatan sebagai tempat membuang sampah.
Menurut Mawarti, hampir setiap hari sampah terlihat dibuang di atas maupun sekitar Jembatan Pecari. Jumlahnya pun tidak sedikit. Dalam sehari, sampah yang terkumpul bisa mencapai lebih dari lima kantong plastik.
“Setiap hari sampah yang dibuang bisa lebih dari lima kantong plastik,” keluh Mawarti.
Melihat kondisi tersebut, Mawarti memilih tidak tinggal diam. Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap kebersihan lingkungan, sampah-sampah yang berserakan di sekitar lokasi dikumpulkan agar tidak semakin menumpuk dan mengotori kawasan sungai.
Namun, kondisi ini menurutnya tidak seharusnya hanya menjadi tanggung jawab warga yang peduli lingkungan. Ia berharap seluruh pihak, terutama masyarakat yang melintas dan berada di sekitar kawasan Sungai Pecari, memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan.
Mawarti mengimbau agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan, terlebih di kawasan sungai yang dapat berdampak terhadap kebersihan lingkungan dan aliran air.
Larangan Sudah Dipasang
Upaya untuk mencegah masyarakat membuang sampah sembarangan sebenarnya telah dilakukan. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi disebut telah memasang banner berisi larangan membuang sampah serta memasang jaring di sekitar area Sungai Pecari.
Pemasangan fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak menjadikan kawasan jembatan dan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.
Namun, masih ditemukannya sampah setiap hari menunjukkan bahwa aturan dan imbauan tersebut belum sepenuhnya dipatuhi.
Kondisi ini menjadi pekerjaan bersama. Selain membutuhkan kepedulian warga, pengawasan dan edukasi secara berkelanjutan juga diperlukan agar kebiasaan membuang sampah sembarangan tidak terus terjadi.
Warga Berharap Kesadaran Bersama
Mawarti berharap masyarakat dapat memahami bahwa membuang sampah sembarangan bukan hanya membuat lingkungan terlihat kumuh, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai persoalan apabila dibiarkan.
Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan seharusnya dimulai dari kesadaran sederhana, yakni membuang sampah pada tempat yang telah disediakan dan tidak meninggalkan sampah di sembarang lokasi.
“Harapannya semua pihak ikut menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Keluhan warga di kawasan Jembatan Sungai Pecari tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan lingkungan membutuhkan peran semua pihak. Pemerintah telah memasang berbagai bentuk imbauan dan pencegahan, sementara masyarakat juga diharapkan ikut berperan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Jika kesadaran bersama dapat terbangun, kawasan Sungai Pecari di perbatasan Yosomulyo dan Gambiran diharapkan tetap bersih, nyaman, dan terbebas dari tumpukan sampah.



- Penulis: Redaksi
- Editor: Dhika Resta




Saat ini belum ada komentar