Gubernur Jatim Dukung Ijen Raih Green Card UNESCO Global Geopark
- account_circle Redaksi
- calendar_month 10 jam yang lalu

SUARA BANYUWANGI – Geopark Ijen segera menjalani proses revalidasi sebagai bagian Unesco Global Geopark (UGG) pada tahun ini. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Banyuwangi bersiap dalam penilaian ulang dari Unesco, untuk mempertahankan status Geopark Ijen masuk dalam jaringan Unesco Global Geopark (UGG).
Revalidasi menjadi tahapan penting memperoleh status Green Card bagi Geopark Ijen. Proses revalidasi adalah evaluasi menyeluruh yang wajib dijalani setiap empat tahun, untuk memastikan standar internasional tetap terpenuhi. Hasil evaluasi menentukan status: Green Card (dipertahankan), Yellow Card (perbaikan 2 tahun), atau Red Card (dicabut).
“Kemarin kami bersama Bupati Bondowoso bertemu langsung dengan Ibu Gubernur Jatim. Beliau berpesan agar menyiapkan dengan baik semua proses yang akan dijalani sebelum asesor dari UGG tinjau langsung ke Geopark Ijen,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu (15/4/2026).
Ipuk bertemu Khofifah usai menghadiri Musrenbang RKPD Tahun 2027 Provinsi Jawa Timur, Selasa (14/4/2026). Turut hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Bondowoso Abdul Hamid, Kepala Bappeda Pemprov Jatim Mohammad Yasin, dan Kepala Bappeda Banyuwangi Suyanto Waspotondo.
“Kami sudah melaporkan ke Gubernur progres persiapan yang sudah kita lakukan. Gubernur berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama, komitmen kuat, dan rencana aksi yang terpadu untuk meraih Green Card pada revalidasi ini,” kata Ipuk.
Menurut Ipuk, status Green Card bukan sekadar label. Namun jembatan menuju masa depan yang cerah bagi masyarakat di sekitar Geopark Ijen, yang nantinya akan berdampak positif. Mulai dari meningkatnya kunjungan wisatawan, lebih banyak investasi, lebih banyak peluang ekonomi, dan yang terpenting pelestarian alam dan budaya kawasan Geopark Ijen.
“Saya yakin, dengan semangat gotong royong, dedikasi, dan komitmen yang kuat dari kita semua, kita bisa menjalankan rekomendasi dari asesor UGG,” kata Ipuk.
Revalidasi 2026 merupakan evaluasi pertama setelah penetapan resmi Geopark Ijen sebagai jaringan geopark Unesco, pada 2023 lalu.
Banyuwangi bersama Tim Kerja Geopark Kementerian ESDM dan Pemprov Jatim telah menggelar sejumlah agenda untuk mematangkan kesiapan revalidasi yang diperkirakan pertengahan tahun ini.
Selain menggelar FGD yang diikuti para pelaku pariwisata dan masyarakat di wilayah deliniasi Geopark Ijen (Banyuwangi dan Bondowoso), juga meninjau sejumlah situs geopark ijen. Di antaranya, Teluk Pang-Pang dan Desa Wisata Wringin Putih untuk melihat praktik pemberdayaan masyarakat di kawasan mangrove.
“Beberapa rekomendasi yang diberikan Unesco sudah dipenuhi secara bertahap. Selain juga aktif bekerja sama dengan UGG yang lain. Itu menjadi poin tersendiri di penilaian Unesco,” ujar Yayan.
Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen Abdillah Baraas, menjelaskan bahwa sejumlah rekomendasi dari UNESCO yang perlu menjadi perhatian pada pengelolaan Geopark Ijen. Antara lain, penguatan riset dan pemetaan geologi, penambahan panel informasi edukatif di area geopark, penguatan warisan budaya lokal, hingga keaktifan badan pengelola dalam menggelar event nasional dan internasional.
“Rekomendasi sudah kita jalankan. Dokumen serta data yang dibutuhkan dalam proses revalidasi, sudah masuk ke Unesco via Bappenas,”kata Abdillah.




- Penulis: Redaksi
- Editor: Dhika Resta




Saat ini belum ada komentar