Komitmen Dibukanya Jalur KA Kalisat-Bondowoso-Situbondo, BTP Surabaya Dorong DPRD Bondowoso Lakukan Studi Awal
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rab, 11 Feb 2026

SUARA BANYUWANGI – Pasca tidak beroperasinya Jalur Kereta Api (KA) yang menghubungkan antara Stasiun Kalisat hingga Stasiun Panarukan, terhitung sudah hampir 22 tahun tidak pernah ada kereta api yang melintas. Berangkat dari latar belakang itulah Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya berkomitmen untuk concern terhadap dibukanya kembali jalur KA yang pernah jadi primadona masyarakat Bondowoso tersebut.
Dalam kunjungan kerja Komisi 3 DPRD Kabupaten Bondowoso ke BTP Surabaya, Kepala BTP Surabaya Denny Michels Adlan mengungkapkan hal tersebut. Menurut Denny, komitmen ini dibuktikan dengan selesainya Survei Identifikasi Desain (SID) beberapa minggu yang lalu. “Kami pada setelah masa posko Nataru melaksanakan survey dan kami telah petakan keseluruhan jalur pada lintas Kalisat hingga Bondowoso,” ujarnya.
Denny juga menambahkan bahwa pada intinya BTP Surabaya sangat fokus untuk melaksanakan hal tersebut, walaupun pada RPJMN tertulis skema pendanaan investasi pada jalur KA ini. “Saya sangat mendukung, terlebih adanya potensi integrasi antarmoda di Pelabuhan Panarukan dan kawasan wisata Ijen Geopark,” tuturnya.
Namun, lanjut Denny, perlu diperhatikan bahwa BTP Surabaya butuh dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bondowoso untuk studi awal mengingat jalur Kalisat-Panarukan ini sebagian lahan telah beralihfungsi dan sudah tidak steril. “Dorongan dari teman-teman DPRD maupun dari Pemkab Bondowoso sangat kami perlukan,” tambahnya.
Sutriyono Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Bondowoso menyambut baik komitmen BTP Surabaya ini. Menurut Sutriyono, adanya banyak faktor pendukung termasuk mulai padatnya kondisi jalan menyebabkan jalur KA menjadi kebutuhan bagi masyarakat Bondowoso. “Bukan hanya soal pariwisata dan integrasi antarmoda. Saat ini, di jam-jam sibuk jalan nasional dan jalan propinsi kami mulai ramai,” imbuhnya.
Senada dengan Sutriyono, Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Bondowoso Ady Kriesna tidak menyangkal hal tersebut. Menurutnya, dibangunnya kampus Universitas Jember di Bondowoso juga menjadi hal yang patut dipertimbangkan. “Kami juga bisa memulai langkah ini secara politik sehingga kereta api yang benar-benar merupakan kebutuhan masyarakat Bondowoso akan dapat aktif kembali seperti impian kami,” ucapnya.




- Penulis: Redaksi
- Editor: Dhika Resta




Saat ini belum ada komentar